Mauuuuu..
February 4, 2010
Ingin buku-buku ini:
1. Nagabumi 1-nya Seno Gumira yang tebal dan sayangnya belum muat di kantong..
2. Libri de Luca-nya Mikkel Birkegaard
3. Curhat Setan-nya Fahd Djibran [yang ini mau sangat! ♥ karya Fahd dari pertama..]
4. The Lost Symbol-nya Dan Brown
5. Heart Block-nya Okke ’sepatumerah’
6. The Boy Who Ate Stars-nya Kochka
7. Interpreter of Maladies-nya Jhumpa Lahiri
8. By the River Piedra I Sat Down and Wept-nya Paulo Coelho
9. Pangeran Kecil [The Little Prince]-nya Antoine de Saint-Exupery *yang satu ini ingin sangat karena susah dicari..WAJIB!*
10. Toto Chan-nya Tetsuko Kuroyonagi
.
.
Sepuluh buku yang ingin saya beli dalam beberapa bulan kedepan..
Semoga bisa tercapai.. dan semoga saya tidak tergoda untuk membeli buku yang lain kalau nanti main ke toko buku.. Hahaha..
wew!
February 4, 2010
Tolong! Kali ini saya hanya ingin didengarkan. Saya hanya ingin bercerita. Tentang masalah saya. Tentang takut yang menakuti saya. Tentang si bodoh yang merasuk beberapa tahun silam. Tentang saya dan ketidakberanian saya untuk melangkah.
Saya ingin bercerita pada kamu. Kamu yang saya pilih untuk mendengarkan cerita ini. Kamu yang saya beri pesan singkat mengenai ketakutan ini. Cuma kamu. Karena saya tak ingin orang lain tahu.
Tapi kamu kemana? Kamu tak ada ketika saya ingin bercerita. Apa saya telah salah pilih orang?
.
Saya hanya butuh telinga. Tidak butuh nasehat atau sebundel solusi lengkap dengan catatan kaki..
Saya butuh kamu di sini.
.
.
you know, i’ve never told this to anyone but you..
be o bo de o do ha
January 24, 2010
K u n c i i t u k a u p u n y a m u l u t n a k !
.
.
and i hate myself for doing that stupid thing
blammey!
oh God…
*jeduk-jedukin kepala ke tembok*
my best man
January 20, 2010
Aku tahu. Aku tahu bahwa aku tak akan mencium aroma rumah sakit malam itu. Bahkan ketika masih dalam perjalanan pun aku sudah berpikir, ‘tidak, aku tak akan mendengar tawanya lagi..’ dan air mata mengalir perlahan tanpa sempat kutahan. Tapi aku berjanji. Malam itu aku berjanji aku tak akan menangisi ia yang kucintai.
Tubuhnya terhampar di hadapanku sedari tadi. Sedari pukul dua pagi. Dan aku masih saja tak percaya. Dalam pikiranku, tubuhnya akan bergerak, bangun dan mengagetkan aku dan ibuku yang duduk diam di hadapannya. Kemudian ia akan mengajak aku bercanda seperti biasa. Atau seperti acara-acara di tv. Aku sangat mengharapkan saat itu ada yang datang dan berkata ‘Kena deeehh!’.. Yah, lagi-lagi isi kepalaku tak bisa berhadapan dengan kenyataan.
Kuciumi pipi dan dahinya lagi dan lagi. Kutahan rasa yang menekan dada. Kutahan rasa yang mendesak airmata. Tidak. Aku tidak boleh menangis.
Selepas subuh, kutemani ia yang tergeletak di hadapan dan diselimuti kain sekujur tubuhnya. Kubuka penutup kepalanya. Kupegang pipinya. Dingin. Dan tanpa sadar aku bertanya pada ibuku, ‘mih, kok dingin yah?’
Dan ibuku pun menjawab, ‘ya iyalah pat. Kan udah meninggal. Namanya juga mayat.’
Oh iya yah…
Bodoh. Aku bodoh berpikir seperti itu. Karena mata ini ternyata masih saja tak percaya ia sudah tiada. Tapi tangan ini, yang sudah menyentuhnya, memberikan sinyal ke otak bahwa ada yang tak beres dengan tubuhnya. Bahwa ia sudah tiada.
Paginya, sebelum ia dibalut kain kafan, satu persatu dari keluargaku menciuminya. Dan tibalah giliranku. Kuciumi pipinya sekali, dua kali, kemudian kuperintahkan tubuhku untuk bilang cukup. Ketika ia mulai dibalut kain kafan, kamu tahu bagaimana perasaanku? Aku ingin menciumnya lagi dan lagi. Aku ingin memeluknya bukan untuk yang terakhir kali. Tapi kutahan diriku. Dan aku tersenyum.
“Ia ayahku. Lelaki terbaik dalam hidupku. Lelaki yang mampu menerimaku apapun keadaanku. Lelaki yang menyayangiku dengan caranya sendiri, dengan kekeraskepalaan yang ia miliki. Lelaki yang memberiku banyak tawa, memercayaiku yang bahkan sudah mengecewakannya dengan kelakuanku, dan memberikanku kebebasan untuk menentukan jalanku. Ia lelaki yang rela memberikan apapun yang ia miliki demi senyum keluarganya. And he always be my best man…”
Pukul sembilan pagi itu, 18 Januari 2010, ia dimakamkan di pemakaman dekat rumah. Melihat ia yang terkubur, kupanjatkan satu pinta pada Tuhan, ‘Ya Tuhan, kumohon jaga ia di sana…’
re [pair]
January 20, 2010
In Repair – John Mayer
Too many shadows in my room
Too many hours in this midnight
Too many corners in my mind
So much to do to set my heart right
Oh it’s taking so long i could be wrong, i could be ready
Oh but if i take my heart’s advice
I should assume it’s still unsteady
I am in repair, i am in repair
Stood on the corner for a while
To wait for the wind to blow down on me
Hoping it takes with it my old ways
And brings some brand new look upon me
Oh it’s taking so long i could be wrong, i could be ready
Oh but if i take my heart’s advice
I should assume it’s still unsteady
I am in repair, i am in repair
And now i’m walking in a park
All of the birds they dance below me
Maybe when things turn green again
It will be good to say you know me
Oh it’s taking so long i could be wrong, i could be ready
Oh but if i take my heart’s advice
I should assume it’s still unready
Oh i’m never really ready, i’m never really ready
I’m in repair, i’m not together but i’m getting there
I’m in repair, i’m not together but i’m getting there
.
.
…totally in repair…
Tolong jangan ganggu untuk sementara
.
.
Yah! saya jatuh cinta pada si ganteng John Mayer ♥♥♥…
Jatuh cinta dengan lirik-liriknya tentu saja.
Si Shio Saya
January 10, 2010
Hwahahaha… saya baru tahu kalo tahun ini tahunnya saya si shio macan! Macan logaaaaammm… yeeeaayy!
*semacam tidak pernah memperhatikan si shio sampai teman saya tadi bilang pas saya main ke rumahnya.
W e l l , m a r i b e r m a i n d i t a h u n i n i !
Banyak main, banyak berkarya, banyak banyak banyak apapun lah!
Lupa, Luka dan Tabularasa
December 31, 2009
Aku lupa kalau namaku tak pernah ada dalam suaranya.
Aku lupa kalau kisahku telah dijegal olehnya.
Aku lupa kalau sejarah tentang kita tak pernah ada dalam kitab waktunya.
Aku lupa.
Tapi luka? Yah, luka masih membekas di sana..
Ia diam. Luka menyisa sebagai sejarah. Luka tertinggal dalam jiwa.
Luka ini kapan sembuhnya? Berkali-kali aku bertanya.
.
.
Tuhan, kali ini izinkan aku tuk membuat tabularasa.
.
..Berharap terwarnai di kemudian hari dengan seulas senyum menjadi pengganti..
1, 2, 3, Go!
December 31, 2009
Bersusah payah berenang ke tepian. Datang orang baru bergiliran. Satu, dua, tiga, bergantian. Yang ketiga aku mulai merasakan. Jatuh cinta? Kumohon jangan ucapkan. Itu terlalu cepat untuk diutarakan. Dan hey kamu bayangan! Pergi kamu dari pikiran. Lelah aku menangis sendirian. Asa ini sudah terlalu patah dan berantakan. Kini aku membutuhkan senyuman. Dan rindu perasaan saling merindukan. Untuk yang ketiga ini akan kucoba pertahankan. Mari kita mulai dari awal perasaan! Benar-benar awal. Sabar, karena kini aku ingin pelan-pelan.
Perlahan untuk sekadar memastikan…
“Karena aku tak ingin hancur untuk kesekian”
Senyum Sederhana
December 26, 2009
D a n t e r n y a t a s e n y u m a n s a y a s u d a h t e r a s a
l e b i h r i n g a n d i b a n d i n g k e m a r i n
.
[ selangkah mendekati kata baik-baik saja ]
.
.
selangkah menuju senyum sederhana yang biasa saya tampilkan dulu.
Terimakasih untuk kalian yang hadir beberapa minggu belakangan. Terimakasih untuk memberi warna dalam setiap senyuman. Terimakasih untuk menarik saya dari kesenyapan. Terimakasih untuk hirukpikuk dan tawa dalam kehangatan. Terimakasih untuk kalian, kawan-kawan baru saya..
Cheers ^^
Apeu!
December 10, 2009
Saya tak pernah menyangka jatuh cinta bisa semenyakitkan ini
.
.
Dan saya tak kuasa menyangkal, seburuk apapun kamu memperlakukan saya, saya tak bisa membencimu secuil pun
.
.
.
apeuuuuww ah!
.
But mostly I hate the way I don't hate you
Not even close, not even a little bit, not even at all
[10 things i hate about you]