mother’s day
December 21, 2008
for God sake!
bsk ituh mother’s day kan?
suddenly i miss my mom..
…
ingin segera balik ke rumah bertemu dgn ibu.
ingin segera memeluknya.
karena saya rindu beliau. sungguh rindu…
[happy mother's day, fellas!]
Hmmmppphhh..
December 12, 2008
Angin tak jua bergemuruh. Saya harus apa?
Saya ingin menyukai orang lain. Saya lelah jika harus menunggu si Angin.
Ada baiknya saya berteman saja dengannya.
Entahlah…
Jujur, di dalam hati saya, saya sungguh ingin didekati dan diperhatikan. Tapi hingga saat ini belum juga ada lelaki yg mendekati saya lagi. Padahal saya tidak neko-neko lho! sebenarnya saya tidak mencari lelaki yg memiliki segudang bakat. Karena rasanya saya lah yg justru akan merasa minder jika memiliki lelaki multi-talented. Tapi saya ini tertutup. Saya sangat menghargai proses. Tak bisa instan. Tak terlalu suka di sms yg aneh-aneh.
Saya hanya ingin tersenyum. Dan mendapatkan lelaki yg mau berbagi senyumnya dengan saya. Berbagi hidupnya dengan saya. Tapi sepertinya sulit…
Damn it! saya benci kalau lagi melow spt saat ini!
Saya benci terlihat rapuh. meskipun saya butuh…
dua pilihan
December 11, 2008
saya ingin berjalan kembali. melintasi rel. sendiri (lagi-lagi).
saya ingin berjumpa dengan kemistisan malam di akhir desember ini. kemistisan yang saya lewatkan 2 tahun belakangan ini. setidaknya semenjak saya tahu bahwa malam bisa sebegitu mistisnya pd hari itu.
tapi sepupu saya akan menikah justru ketika saya sudah menyiapkan segudang rencana untuk menikmati malam itu. ya, di hari yang sama saya harus membagi diri saya menjadi dua! Kalau hati siy saya masih bisa membaginya menjadi dua atau bahkan lebih. tapi ini tubuh. bagaimana saya harus membaginya?
dua acara itu begitu penting buat saya. kapan lagi sepupu saya, yg ‘kata org’ sangat mirip dengan saya itu, menikah? Eli, nama sepupu saya itu, adalah kembaran saya yang beberapa tahun lebih dulu mnikmati dunia. kami sangat mirip. apalgi ketika saya masih memakai jilbab saya. mungkin bedanya hanya dari warna kulitnya yg lebih putih dari saya. (kok saya jadi cerita dia y?)
dan malam yang mistis itu juga bertepatan dengan pernikahan Eli. malam yg mistis itu tak mungkin saya dapatkan di tempat menikahnya Eli. malam itu bukan sembarang malam yang bisa saya dapatkan di sembarang tempat. malam itu hanya bisa saya dapatkan di sebuah tempat untuk saya menyendiri beberapa tahun lalu…
[saya bingung harus apa...]
countdown for ‘D’ day. H-17
preparing for next vacation.
malam ini
December 11, 2008
“Malam ini, saya tak ingin bertemu ia yang lebih muda dari saya…”
sudahlah! hentikan.
sudah terlalu banyak suara belakangan. ribut. berisik.
saya hanya ingin sepi. senyap untuk menemani. dan sejumput mantra penenang hati.
dan malam ini saya izinkan hujan untuk menemani…
yah, setidaknya saya tak ingin sendiri. walau ingin sepi.
yang saya mau
December 11, 2008
yang saya yakini,
Jejak itu akan hilang perlahan karena Jarak.
yang saya mau,
Dia bernama Jejak benar2 terhapus. bukan hanya karena Jarak. tapi karena harus.
