Anomali

February 13, 2009

Ada yang pernah dengar kata ‘anomali’?

Kata teman saya, saya ini tergolong anomali

Hmmm.. yg saya tau itu animal. tapi g pke ‘i’ di belakangnya. Sejenis itukah saya? binatang maksudnyah…

Eh, saya dah dapet arti anomali dari blog ini: http://blog.dakota23.com/. Ni artinya:

“menurut KBBI edisi ketiga anomali: ketidaknormalan; penyimpangan dari normal; kelainan
anomali: penyimpangan atau kelainan, dipandang dari sudut konvensi gramatikal atau semantis suatu bahasa anomali: penyimpangan dari keseragaman sifat fisik, sering menjadi perhatian explorasi

Huh.. jd pusing saya dibuatnya… Apakah saya memang benar anomali? Marilah bertanya pada ibu saya. Klo udah mentok dan belum ktemu jawabannya, nanti saya tanya sama Tuhan… Asalkan tidak bertanya pada rumput yang bergoyang sajah. Atau rumput tetangga. Karena pasti tidak akan menemukan jawabannya…

Sudah akh! Lieuuurrrr…

Espresso Yourself!

February 4, 2009

espresso yourself

Hmmm… kopi hitam itu…

candu.

Bikin ketagihan dan keenakan. Akhirnya malah jadi kebiasaan.

[setidaknya untuk saya, tentu saja...]

Jejak

February 4, 2009

“Langit menghitam. Hujan datang. Rinainya kembali jatuh dan menyetubuhi bumi. Mencumbunya lagi, lagi, dan lagi. Seperti hubungan seks sepasang kekasih. Langit dan bumi pun kembali bersetubuh secara berkala setiap tahunnya. Dengan Hujan sebagai perantara. Membuat jejak pada setiap makhluk hidup di dalamnya.”

Dan aku?

Ada sepasang jejak yang diam-diam bermain dalam benakku…

Jejak yang tidak hanya meninggalkan bekasnya setiap habis hujan. Tapi juga jejak yang mengajakku bermain ketika hujan.

Sebuah jejak baru. Akibat dari permainan seru. Karena permainan ini pada akhirnya ternyata harus melibatkan rasa. Dan mungkin ‘untuk kasusku’ sudah melibatkan asa. Mudah-mudahan saja tidak membuat jiwaku beranjak gila…

Ya… mudah-mudahan saja…

Mungkin?

February 4, 2009

Mungkin kali ini saya terlalu berani mengambil keputusan. Sehingga kata kemudian saya anggap menjadi luka. Hal yang tadinya sepintas dan dianggap enteng oleh semua orang, saya anggap serius. Dan luka itu kini mulai terbuka. Saya mengalah pada rasa. Saya mengalah pada ia. Namun saya tak ingin mengalah pada asa. Jika memang orang itu tak bisa saya dekati. Jika memang asumsi saya mengenai ia selama ini salah. Maka sudahi saja permainan ini. Namun jangan sekali2 hentikan saya untuk bermimpi. . Karena dalam mimpi lah saya mengukir imaji, merangkai makna, dan membalut rasa. Jika kemudian saya dianggap gila, itu bukan karena dunia rekaan saya ataupun anda. Mungkin itu karena rasa. Sederhana saja bukan?!

Pola Hidup

February 2, 2009

Malam datang. Selalu. Seperti hari yang kemarin. Juga kemarinnya lagi. Dan saya? Masih sama. Terjaga hingga mentari tiba. Baru kemudian kembali ke peraduan yang empuk dan nyaman untuk sejenak menghempaskan tubuh. Karena kemudian, seperti jam alarm yang sudah di setel di bawah alam sadar, saya akan terbangun ketika waktu menunjukkan pukul 9 pagi. Masih terkantuk-kantuk,  saya tengok petunjuk waktu yang saya letakkan di atas meja komputer saya. Dan berteriak kesal, kenapa saya hanya bisa tidur 3 jam setiap harinya? Karena setelah terbangun, saya akan terjaga. Dan kemudian akan mengulangi rutinitas seperti hari-hari sebelumnya.

Sudah seminggu saya seperti ini...

Sial. Kenapa pola hidup saya jadi kacau seperti ini sih?

Kenapa yah? Padahal kan ga sehaaaatttttt….